Senin, 17 Desember 2007

Selamat Jalan Bapak B.M.Diah

Burhanuddin Mohamad Diah atau lebih dikenal dengan B.M.Diah telah meninggal pada hari Senin, 10 Juni 1996. Dimakamkan di Makam Pahlawan Kalibata. Tampak melayat di rumah duka di Jalan Patra X No.10 Kuningan, Jakarta Selatan, Presiden Soeharto, Wapres Try Sutrisno, Menpen Harmoko, sejumlah menteri, Mochtar Lubis, Roeslan Abdoelgani, SK.Trimurti, konglomerat Liem Sioe Liong. Saya, Dasman Djamaluddin, sebagai penulis buku beliau ("Butir-Butir Padi B.M.Diah"/Jakarta: Pustaka Merdeka, 1992) mengusulkan agar B.M.Diah diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Berikut berbagai tulisan dan aktivitas B.M.Diah.

Harian Merdeka, Selasa 11 Juni 1996

Selamat Jalan Bapak BM Diah

Bapak BM Diah

Pada hari Senin tanggal 10 Juni 1996, bapak pergi meninggalkan kami. Bapak pergi meninggalkan sebagian cita-cita bapak yang belum tercapai. Cita-cita bapak tersebut pernah bapak ungkapkan kepada saya, sebagai salah seorang generasi muda, yang juga sempat merekam kehidupan bapak di saat-saat bapak tepat berusia 75 tahun. Saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan bapak kepada saya untuk menyusun buku:"Butir-butir Padi BM.Diah".

Saya sebenarnya bangga sempat berbincang-bincang lama dengan bapak. Bapak adalah tokoh pers, politikus ulung dan berhasil mempertahankan sikap bapak sampai saat-saat terakhir. Oleh karena itu siapa yang tidak bangga berhadapan dengan bapak. Saya masih ingat ketika pada tanggal 10 Juni 1993, bapak menulis sepotong surat kepada saya, agar saya sebagai generasi muda jangan pengecut. Utuk itu saya ucapkan terima kasih atas dorongan semangat dari bapak.

Saya memang mengambil judul buku buku waktu itu, bapak sebagai tokoh sejarah yang menghayati zaman. Saya memang melihat pribadi bapak, sedemikianlah yang sebenarnya. Bapak mampu mengantarkan Harian Merdeka yang bapak pimpin sejak tahun 1945 sampai sekarang, bapak merupakan manusia yang tegar dan hidup di tiga zaman. Saya sempat menanyakan kepada bapak mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara, namun sebagian besar jawaban bapak hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya tersenyum. Banyak memang rahasia yang bapak simpan, sehingga saya tak sempat merekamnya secara utuh.

Selamat jalan Bapak BM Diah. Semoga Allah SWT menyertai bapak. Saya yakin jasa-jasa bapak terhadap bangsa dan negara tidak pernah dilupakan oleh bangsa Indonesia. Setiap amal baik, meskipun besarnya sebiji sawi akan memperoleh balasan di sisi Allah. Dan pada saat terakhir ini saya juga ingin menyampaikan amanah bapak kepada saya, bahwa bapak sebetulnya telah lebih dulu memaafkan orang-orang yang pernah berseteru kepada bapak. Memang ini baru saya katakan, karena bapak minta sampaikan kalau bapak sudah tidak ada.

Saya pun yakin, orang-orang tersebut juga akan memaafkan bapak. Sekali lagi saya ucapkan,"Selamat jalan Bapak BM Diah." Sesuatu yang berasal dari Dia (Allah) akan kembali ke Dia (Allah).

Dasman Djamaluddin
Jalan Kemang No,10 RT.004/02 Babakan
Desa Sukatani, Cimanggis, Bogor-16954.

Catatan:

1. Alamat di atas, sekarang berubah menjadi : Jalan Kemang No.20 RT.004/02 Kel.Sukatani
Kec.Cimanggis, Depok 16954

2. Surat yang diberikan kepada saya (10 Juni 1993) setelah tiga tahun, B.M.Diah meninggal tepat pada tanggal 10 Juni.